You must have JavaScript enabled in order to use this theme. Please enable JavaScript and then reload this page in order to continue.
Loading...
Logo Desa Duwet
Desa Duwet

Kec. Wates, Kab. Kediri, Provinsi Jawa Timur

Menu Layanan Mandiri untuk sementara belum bisa difungsikan karena proses migrasi data, info lebih lanjut hubungi admin —-Pemerintah Desa Duwet——

Sejarah Singkat Desa Duwet

Administrator 24 Mei 2022 Dibaca 48 Kali

Desa Duwet terdiri dari 6 dusun yang masing-masing mempunyai sejarah yang berbeda-beda. 6 dusun itu yaitu : Dusun Duwet, Dusun Japang, Dusun Pakisaji, Dusun Pucanganom, Dusun Ngelowan dan Dusun Babadan.

Menurut cerita dari Narasumber terjadinya Dusun Duwet, dahulu kala dusun itu masih berupa hutan belantara, rumah-rumah masih jarang, kehidupan masyarakatnya masih primitif, belum ada kendaraan bermotor, dan masyarakat masih banyak yang buta huruf. Sosial ekonomi masyarakat masih rendah, lebih-lebih sata zaman penjajahan. Orang hanya mengandalkan lingkungan sekitar. Hutan itu banyak pepohonan yang rindang. Di dusun itu pohon yang paling banyak adalah pohon Juwet/Duwet. Pohon Duwet tersebut biasa dimanfaatkan sebagai obat, karena sangat manjur sebagai obat penyembuh, maka orang-orang disitu mengabadikan nama pohon duwet menjadi nama sebuah dusun, yaitu Dusun Duwet.

Sedangkan cerita terjadinya Dusun Nglumpang menurut Narasumber bahwa pada zaman dahulu ditemukannya alat tradisional untuk menumbuk padi dengan menggunakan ALU dan LUMPANG. Alu sebagai alat penumbuk padi berupa batu berbentuk tongkat, sedangkan lumpang sebagai tempat atau wadah gabah yang akan ditumbuk. Akhirnya orang-orang disekitar situ menggunakannya untuk menumbuk padi. Maka orang-orang di sekitar daerah itu memberi nama Dusun Nglumpang.

Lain dengan dusun Nglumpang, Dusun Ngelo mempunyai cerita sendiri. Konon pada dahulu kala terdapat pohon ”LO” yang katanya jika seseorang dapat mengambil bunga dari pohon LO maka orang itu dapat kaya. Akhirnya orang-orang disekitarnya merawat dan memelihara pohon itu sampai besar bahkan sebagian orang menganggap pohon itu pohon keramat. Karena letak pohon itu didekat sungai, maka pohon itu tumbuh dengan lebat. Dengan kepercayaan itu orang memberi nama Dusun Ngelowan (yang merupakan gabungan dari nama daerah Ngelo dan Dawuhan).

Sekarang kita bahas tentang cerita DusunPakisaji. Nama dusun Pakisaji diambil dari nama pohon Pakis. Pada zaman dahulu orang masih tergantung dengan alam, maka apa yang ada disekitarnya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan hidup seperti halnya pohon pakis dimanfaatkan sebagai sayuran.  Karena pohon pakis banyak memberi manfaat atau dalam bahasa jawa “aji maka orang-orang memberi nama dusun itu Pakisaji

Sedangkan terjadinya Dusun Pucanganom menurut Narasumber ada sesepuh dusun bernama ”Mbah Kunthet”. Mbah Kunthet inilah yang memimpin masyarakat disitu. Dia memunyai wibawa dan disegani masyarakat. Dia merintis kebudayaan kesenian Jaranan. Salah satu anggotanya adalah Pucangganong,  akirnya saat Mbah Kunthet meninggal dunia untuk mengabadikan beliau atas jasa-jasanya kepada masyarakat, maka orang-orang memberi nama Dusun Pucanganom

Asal-usul Dusun Jabalan. Menurut Narasumber pada zaman penjajahan Belanda datanglah seorang Bangsawan dari kerajaan Mataram yang bernama Bondojoyo dan mendirikan padepokan kecil ditengah hutan. Disekitar pedepokan ditumbuhi banyak pohon bambu kuning atau pohon jabal. Beliau pandai berbagai ilmu terutama ilmu kebatinan, kesaktian, keagamaan. Jika bepergian mbah Bondojoyo selalu membawa tongkat atau teken dari bambu jabal. Bambu jabal inilah yang merupakan senjata pusaka dari mbah Bondojoyo sampai meninggalnya mbah Bondojoyo makamnya ditumbuhi pohon Jabal. Maka untuk mengabadinya tempat itu diberi nama Jabalan. Duwet dijadikan nama desa karena letak pusat pemerintahannya di Dusun Duwet.

Asal – usul Dusun Babadan konon pada zaman dahulu dusun tersebut merupakan hutan belantara, dan masuklah seorang yang sakti dari Mataram yang bernama Mbah Nawiyo Kromo. Mbah Nawiyo Kromo datang tidak sendirian, Beliau diikuti cantrik cantriknya (murid – muridnya). Dan disitulah beliau mulai babat hutan belantara dan bermukim untuk selamanya.Yang sekarang menjadi sebuah dusun dengan nama Dusun Babadan.

Untuk sekarang nama Dusun Nglumpang dan Jabalan digabung menjadi satu (Dusun Japang)

Narasumber : Mbah Musidi           

Beri Komentar
Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA Image